Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni tahun ini akan menjadi yang pertama dimana sebuah film dirilis secara bersamaan di lebih dari 50 negara. Film ramah lingkungan, “Home”, akan ditayangkan secara gratis di bioskop, televisi, DVD, bioskop, televisi, DVD, dan Internet. Direktur Yann Bertrand bekerja tanpa lelah selama 18 bulan untuk menyediakan film ini sebagai gambaran dari korban akibat aktivitas manusia terhadap Bumi.
HOME (Peluncuran): Kita tahu bahwa solusinya adalah hari ini. Kita semua mempunyai kekuatan untuk berubah. Jadi, apa yang kita tunggu?
SUARA: Yann Bertrand baru-baru ini memenangkan Penghargaan Bumi dari Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Ia berharap dapat menjangkau orang sebanyak-banyaknya di setiap sudut dunia untuk mengingatkan kewajiban individu dan bersama kita untuk menjaga planet ini. Dalam harapannya yang tulus untuk kelangsungan hidup umat manusia dan pengurusan yang baik terhadap planet ini, Yann Bertrand mengomentari industri daging.
Yann Bertrand Sutradara “Home”(M): Makan lebih sedikit daging sungguh satu cara untuk hidup lebih baik, untuk kurangi CO2 dan metana di atmosfer. Karena daging sungguh bertanggung jawab terhadap banyak pembabatan hutan dan saat ini makan daging memboroskan banyak energi. Selain itu, peternakan juga menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar, lebih dari transportasi, jadi itu harus disadari, karena metana adalah gas yang 20 kali lebih potensial sebagai gas rumah kaca CO2. Itu saja, Oleh karena itu, kurangilah makan daging; ini lebih baik untuk alam dan lingkungan.
Situs berbagi video YouTube berpartisipasi dalam debut “Home”, film dokumenter produksi Prancis yang disiarkan bersamaan di 50 negara yang menunjukkan pandangan Bumi dari udara akibat dampak yang dilakukan manusia terhadap lingkungan.
Penonton peluncuran "Home" di Paris, Prancis (W): Ini dibuat dengan sangat bagus. Dibuat oleh seorang artis. Film yang sangat menarik.
Laporan “Stern Review on the Economics of Climate Change” merupakan laporan terbesar dan paling banyak diketahui serta didiskusikan di seluruh dunia. Laporan setebal 700 halaman ini disusun oleh Sir Nicholas Stern, Kepala Badan Ekonomi Pemerintah Inggris, dan menjabarkan berbagai dampak pemanasan global menurut kenaikan suhu udara setiap 1 derajatnya. Berikut ini sedikit ulasannya.
Dalam laporan terbaru, Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), satu badan PBB yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia, terungkap bahwa 90% aktivitas manusia selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat planet kita semakin panas. Sejak Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik mulai dari 280 ppm menjadi 379 ppm dalam 150 tahun terakhir. Tidak main-main, peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer Bumi itu tertinggi sejak 650.000 tahun terakhir! IPCC juga menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini, telah secara drastis menaikkan suhu Bumi.
Adakah hubungan antara vegetarian dan bencana alam?
Peternakan membutuhkan lahan yang sangat luas, sehingga banyak hutan yang ditebang, selanjutnya padang rumputpun menjadi gundul.
Menurut PBB (WHO) :
Selama 5.000 tahun, luas hutan hanya berkurang 35%, yaitu 62 juta km2 menjadi ± 40 juta km2 pada tahun 1950.
Apakah ada hubungan antar vegetarian dengan kelaparan dunia?
Mungkin kita pernah bertanya atau terlintas pertanyaan seperti itu. Dan memang pola makan daging berhubungan dengan kelaparan dunia. Sebenarnya Tuhan menciptakan kehidupan di dunia ini penuh dengan keberlimpahan, bila lebih dari 6 milyar penduduk manusia di bumi ini ada yang sampai kelaparan, ini karena ulah manusia sendiri dan bukan Tuhan.
Oleh: Wes Nickerson, copyright ©1996
“Adalah sulit untuk menaksir sejauh mana kecanduan kita pada daging telah menyumbangkan apa yang akan menjadi bencana besar dalam ekologi sepanjang sejarah dunia ini.” – John Robbins
Ucapan yang populer saat ini adalah, “Setiap Hari adalah Hari Bumi”. Walaupun 76% dari penduduk Amerika mengaku dirinya sebagai pecinta alam tapi hanya 2,8% yang bervegetarian. Padahal industri daging telah menimbulkan dampak yang sangat buruk: kelaparan massa, pencemaran dan pemborosan sumber daya alam.
Alarm tanda bahaya dampak pemanasan global berbunyi semakin nyaring. Pola pencairan es di Arktika merupakan salah satu indikatornya. Perubahan demi perubahan melaju dalam hitungan bulan. Tanggal 18 Maret 2008, Jay Zwally, ahli iklim NASA, memprediksi es di Arktika hampir semua akan mencair pada akhir musim panas 2012. Hanya dalam waktu dua bulan prediksi itu bergeser. Tanggal 1 Mei 2008 lalu, prediksi terbaru dilansir NASA: mencairnya semua es di Arktika bisa terjadi di akhir tahun 2008 ini. Sederet tanda-tanda bahaya yang telah terjadi sebelumnya adalah volume es di Arktika pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari empat tahun sebelumnya. Es di Greenland yang telah mencair mencapai 19 juta ton. Fenomena terbaru lainnya, pada tanggal 8 Maret 2008 beting es Wilkins di Antartika yang berusia 1500 tahun pecah dan runtuh seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya atau sepertiga luas Jakarta).
